jangan lewatkan artikel berikut yang satu ini, Yuks klik disini (TROMBOSIT PADA SEORANG PEROKOK )


TROMBOSIT  PADA SEORANG PEROKOK  !!!
       Merokok seperti yang kalian ketahui dapat menimbulkan berbagai penyakit.  Merokok mengandung  ribuan bahan kimia beracun yang berdampak buruk pada kesehatan , di antaranya tar,  nikotin, timah hitam dan karbon monoksida. Kebiasaan merokok bukan saja merugikan si perokok tetapi,  juga  bagi orang disekitarnya (Ervina, 2007).  Pengaruh rokok pada trombosit dapat menyebabkan berkurangnya glutation pada trombosit perokok sehingga terjadi penurunan isoprostan pada trombosit.
      Menurut Moccia (2004) nikotin merupakan salah satu komponen  utama pada rokok yang dapat menyebabkan  perubahan  morfologi dan fungsi endotel pembuluh darah, yang ditandai dengan kerusakan pada endotel agregasi trombosit, merangsang sintesa DNA, serta nitric oxide ( Rosyid, 2010).  Nitrit Oxide (NO) yang akan  memicu sintesis tromboksan  sebagai agen Prothrombic dan akan  menghambat produksi prostasiklin (PGI2) sebagai agen prothrombic. Konsentrasi nikotin dalam plasma yang meningkat akan memicu simpatis . Kemudian limpa akan melepaskan trombosit yang distimulus oleh alfa adenoceptor sehingga jumlah trombosit dalam darah meningkat. Perubahan trombosit dan aktivasi trombosit ini akan meningkatkan cardiac ischaemia ( Rachim, Marisa 2012 ) .            
     Selain itu proses mekanisme yang berperan penting  adalah   proses aterotrombosis.  Proses ini dipicu oleh agregasi trombosit. Nikotin dan senyawa oksidan lainnya yang terkandung dalam rokok merangsang ekskresi metabolit tromboksan dan menghambat pelepasan senyawa nitric oxide, yang memiliki peranan penting dalam peningkatan aktivitas trombosit.  Kelainan trombosit dari segi kualitas maupun kuantitas akan menimbulkan gangguan baik perdarahan maupun trombosis, oleh karena itu selain jumah  penilaian fungsi trombosit juga penting. Trombosis disertai penurunan fungsi agregasi biasanya mudah menggumpal. Pembentukan sumbat hemostatik akan berlangsung dengan normal jika jumlah trombosit memadai dan kemampuan trombosit untuk beradhesi dan beragresi juga bagus. ( Ratnaningsih, 2003 ).

Terima kasih telah membaca semoga bermanfaat.


Daftar pustaka :

   


Laurencya Astin Herdiawati
AK917030

Akademi Analis Kesehatan Borneo Lestari Banjarbaru

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Anda Perokok?

VAKSINASI PENYAKIT MALARIA