VAKSINASI PENYAKIT MALARIA
VAKSINASI MALARIA
Malaria
merupakan penyakit yang ditularkan oleh perantaraan nyamuk anopheles.
Sebuah
harapan pencegahan malaria dengan menggunakan vaksin akan tereliasasi dalam
waktu yang tidak terlalu lama lagi . Vaksin anti malaria ini telah di coba
dengan menggunakan uji klinis pada manusia. Vaksin ini dapat kita gunakan untuk
menghambat siklus spora parasit malaria yang merupakan protein yang secara
konsisten menunjukan perlindungan terhadap malaria Plasmodium Falciparum.
PENULARAN MALARIA
Malaria
penyakit menular yang ditularkan oleh nyamuk ke manusia dan hewan lain yang
disebabkan oleh protista eukariotik sejenis plasmodium. Infeksi parasit yang
berupa plasmodium dalam sel darah merah.
Penularan malaria dapat dikurangi dengan mencegah
gigitan nyamuk dengan menggunakan kelambu dan penyemprotan insektisida.
Siklus hidup parasit malaria dalam tubuh manusia
terjadi pada saat nyamuk menginfeksi seseorang dengan mengambil atau mengisap
darah. Saat mengisap darah tersebut, nyamuk menginfeksi sporozoit dengan
memasukannya ke aliran darah dan bermigrasi ke hati. Sporozoit ini selanjutnya
menginfeksi sel-sel hati ( hepatosit), di mana mereka bisa berkembang biak
menjadi merozoit, selanjutnya mengakibatkan pecahnya sel-sel hati, kemudian
kembali ke aliran darah. Selanjutnya, merozoit menginfeksi sel darah merah, di
mana mereka mengembang ke dalam bentuk cincin yang disebut trophozoites dan
schizonts yang pada gilirannya menghasilkan merozoit lebih lanjut.
Berikut gejala orang yang terinfeksi malaria
antara lain : flu, menggigil, sakit kepala, demam, sakit seluruh otot-otot
tubuh, dan badan merasa lemas. Demikian pula dapat menimbulkan komplikasi
penyakit gejalanya anatara lain: kejang, gangguan mental, gagal ginjal,
gangguan pernapasan akut, koma, malaria dapat menyebabkan gangguan kognitif,
terutama pada anak-anak akibat kerusakan neurologis atau otak,dan bisa berakhir
dengan kematian.
VAKSINASI ANTI PENYAKIT MALARIA
Vaksinasi adalah pemberian bahan antigenik
(vaksin) untuk merangsang sistem kekebalan individu untuk mengembangkan
kekbalan adaptif terhadap suatu penyakit. Vaksin tersebut dapat mencegah dan
memperbaiki efek dari infeksi pathogen. Vaksinasi pada umunya dianggap sebagai
metode yang paling efektif untuk mencegah penyakit menular. Agen aktif dari
vaksin ini biasanya dalam bentuk (bakteri atau virus), yang utuh tetaoi tidak
aktif(non-infektif) atau di lemahkan(infektif) atau dilemahkan (infektivitas
dikurangi) sehingga tidak menyebabkan penyakit atau komponen yang telah
dimurnikan dari bakteri atau virus tersebut..
Berbagai cara pencegahan dilakukan, mulai dari menggunakan
obat-obatan (kemoprofilaksis), menggunakan kelambu, peringatan pada masyarakat
yang akan berkunjung ke daerah rawan atau endemik malaria, hingga penggunaan
vaksin.
Komentar
Posting Komentar